{"id":1040,"date":"2026-08-25T02:02:56","date_gmt":"2026-08-25T02:02:56","guid":{"rendered":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/?p=1040"},"modified":"2026-08-25T02:02:56","modified_gmt":"2026-08-25T02:02:56","slug":"10-makanan-enak-di-makassar-yang-harus-anda-coba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/10-makanan-enak-di-makassar-yang-harus-anda-coba\/","title":{"rendered":"10 Makanan Enak di Makassar yang Harus Anda Coba"},"content":{"rendered":"<h1>10 Makanan Enak di Makassar yang Harus Anda Coba<\/h1>\n<p>Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, bukan hanya terkenal dengan keindahan pantainya, tetapi juga kekayaan kuliner yang mampu menggoyang lidah. Berkunjung ke kota ini rasanya belum lengkap jika belum mencoba makanan khas yang menggugah selera. Berikut adalah sepuluh makanan enak di Makassar yang harus ada dalam daftar kuliner Anda.<\/p>\n<h2>1. Coto Makassar<\/h2>\n<p><strong>Deskripsi dan Sejarahnya<\/strong><\/p>\n<p>Coto Makassar adalah sup khas yang menjadi ikon kuliner kota ini. Dibuat dari daging sapi yang direbus dan dicampur dengan rempah-rempah khas seperti ketumbar, jintan, dan bawang merah. Dihidangkan dengan ketupat atau buras, makanan ini merupakan warisan budaya kuliner yang diduga sudah ada sejak zaman Kerajaan Gowa.<\/p>\n<p><strong>Tempat Terbaik Mencobanya<\/strong><\/p>\n<p>Untuk menikmati Coto Makassar yang autentik, Anda bisa mengunjungi warung Coto Nusantara yang terkenal di kota ini.<\/p>\n<h2>2. Konro Bakar<\/h2>\n<p><strong>Ciri Khas dan Bumbu Spesial<\/strong><\/p>\n<p>Konro Bakar adalah iga sapi yang dibakar dengan bumbu kacang khas. Rasa manis dan gurih dari bumbu ini membuat setiap gigitannya tak terlupakan. Bebas dari pola konvensional, konro bakar menawarkan tekstur empuk dengan aroma arang yang menggoda.<\/p>\n<p><strong>Rekomendasi Tempat<\/strong><\/p>\n<p>Anda bisa menuju Konro Karebosi untuk merasakan kenikmatan konro bakar dengan suasana lokal yang kental.<\/p>\n<h2>3. Sop Saudara<\/h2>\n<p><strong>Apa yang Membuatnya Unik<\/strong><\/p>\n<p>Sop Saudara adalah hidangan sup daging sapi dengan tambahan bihun, perkedel, dan jeroan sapi. Yang membuatnya unik adalah campuran rempah-rempah seperti lengkuas dan daun jeruk yang memberikan aroma segar.<\/p>\n<p><strong>Spot Paling Populer<\/strong><\/p>\n<p>Cobalah Sop Saudara di daerah Parepare, yang masih berada di sekitar Makassar, untuk mendapatkan rasa yang otentik.<\/p>\n<h2>4. Mie Titi<\/h2>\n<p><strong>Sejarah Kuliner dan Karakteristik<\/strong><\/p>\n<p>Mie Titi adalah mie kering dengan kuah kental yang berisi ayam, sayuran, dan seafood. Makanan ini adalah turunan dari masakan Tionghoa yang diadaptasi dengan cita rasa lokal.<\/p>\n<p><strong>Tempat Makan Terfavorit<\/strong><\/p>\n<p>Restoran Mie Titi di Jalan Irian adalah tempat wajib untuk mencicipi mie ini. Tempat tersebut telah dikenal dengan kualitasnya yang terpercaya.<\/p>\n<h2>5. Jalangkote<\/h2>\n<p><strong>Kenapa Harus Dicoba<\/strong><\/p>\n<p>Jalangkote menyerupai pastel namun memiliki kulit yang lebih tipis dan renyah. Isiannya terdiri dari bihun, kentang, dan wortel yang dibumbui secara khas. Tak lupa saus sambal pedas manis sebagai pelengkap.<\/p>\n<p><strong>Lokasi Penjualan Terbaik<\/strong><\/p>\n<p>Jalangkote Lasinrang adalah tempat yang banyak diburu oleh warga lokal maupun wisatawan untuk menikmati camilan ini.<\/p>\n<h2>6. Pisang Epe<\/h2>\n<p><strong>Sensasi Manis dan Lezat<\/strong><\/p>\n<p>Pisang Epe adalah kudapan yang terbuat dari pisang kepok bakar yang ditekan hingga pipih dan disajikan dengan saus gula merah atau durian. Kudapan ini sangat populer di sepanjang Pantai Losari.<\/p>\n<p><strong>Di Mana Bisa Menemukannya<\/strong><\/p>\n<p>Coba nikmati Pisang Epe di area Pantai Losari saat sore hari untuk pengalaman yang otentik.<\/p>\n<h2>7. Pallubasa<\/h2>\n<p><strong>Rasa dan Penyajiannya<\/strong><\/p>\n<p>Seperti Coto Makassar, Pallubasa juga merupakan sup daging sapi namun dengan kuah yang lebih kental dan ditambahkan kelapa sangrai. Ciri khas dari makanan ini adalah penyajiannya dengan kuning telur mentah yang menyempurnakan rasanya.<\/p>\n<p><strong>Tempat Rekomendasi<\/strong><\/p>\n<p>Pallubasa Serigala adalah restoran yang populer untuk menikmati hidangan ini di Makassar.<\/p>\n<h2>8. Layar<\/h2>\n<p><strong>Kuliner Tradisional<\/strong><\/p>\n<p>Buras adalah sejenis lontong khas Makassar yang berbentuk persegi panjang dan dibungkus dengan daun pisang. Biasanya, buras dinikmati bersama Coto Makassar atau Pallubasa.<\/p>\n<p><strong>Di Mana Membelinya<\/strong><\/p>\n<p>Pasar tradisional di Makassar adalah tempat yang bagus untuk membeli<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>10 Makanan Enak di Makassar yang Harus Anda Coba Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, bukan hanya terkenal dengan keindahan pantainya, tetapi juga kekayaan kuliner yang mampu menggoyang lidah. Berkunjung ke kota ini rasanya belum lengkap jika belum mencoba makanan khas yang menggugah selera. Berikut adalah sepuluh makanan enak di &#8230; <\/p>\n<div><a class=\"more-link bs-book_btn\" href=\"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/10-makanan-enak-di-makassar-yang-harus-anda-coba\/\">Read More<\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[36],"class_list":["post-1040","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-makanan-enak-di-makassar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1040"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1042,"href":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions\/1042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamkremesprambanan.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}